Pembangunan Gereja
Misa di Gereja Lapuk Bantu Umat Kalemago
Beranda / Donasi / Pembangunan Gereja /
Pembangunan Gereja Katolik St. Antonius Padua, Kalemago
carousel
Detail Project
Download Proposal
Gallery
Update Project
Pencairan Dana
Pada 2007 silam, 5 orang Katolik pertama yang berasal dari Toraja merintis berdirinya Gereja St. Antonius Padua di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. Selama 2 tahun pertama, mereka beribadat di rumah hingga tahun 2009 sebuah gereja darurat didirikan dengan berdinding papan dan berlantai tanah. Umat terus bertambah hingga saat ini ada 53 keluarga atau 256 jiwa yang menggunakan gereja darurat ini untuk misa. Bangunan gereja darurat yang sempit tidak mampu lagi menampung umat yang hadir, apalagi kondisi fisiknya sudah lapuk dan rusak. Dindingnya sebagian sudah lepas sehingga jika hujan, seisi gereja akan kemasukan air. Dengan kondisi itu, umat memiliki kebutuhan untuk mendirikan bangunan gereja permanen yang lebih memadai untuk beribadat. Pembangunan gereja tersebut sudah dimulai dan kesanggupan umat hanya sampai pada pekerjaan pengatapan. Kini umat tertatih-tatih untuk menyelesaikan pembangunan Gereja baru karena biaya yang dibutuhkan masih cukup besar. Penghasilan umat sebagai petani padi, coklat, dan jagung tidak seberapa untuk bisa menyelesaikan pembangunan ini dengan cepat. Mari, kita bersama-sama mengulurkan tangan untuk umat Kalemago.
A placeholder image
Total Donasi
Terkumpul
Rp. 90.163.484
Goal
Rp. 630.000.000
A placeholder image
Donatur
icon
Berdonasi melalui Jala Kasih aman, terjamin, dan mudah dengan banyak opsi pembayaran yang dapat dipilih.
Donasi Lainnya
Kegiatan pencarian dana untuk berbagai institusi di dalam Gereja Katolik yang sedang berjalan
GK 201 - St. Antonius Padua, Kalemago
Misa di Gereja Lapuk Bantu Umat Kalemago
carousel
A placeholder image
Total Donasi
Terkumpul
Rp. 90.163.484
Goal
Rp. 630.000.000

Pada 2007 silam, 5 orang Katolik pertama yang berasal dari Toraja merintis berdirinya Gereja St. Antonius Padua di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. Selama 2 tahun pertama, mereka beribadat di rumah hingga tahun 2009 sebuah gereja darurat didirikan dengan berdinding papan dan berlantai tanah. Umat terus bertambah hingga saat ini ada 53 keluarga atau 256 jiwa yang menggunakan gereja darurat ini untuk misa. Bangunan gereja darurat yang sempit tidak mampu lagi menampung umat yang hadir, apalagi kondisi fisiknya sudah lapuk dan rusak. Dindingnya sebagian sudah lepas sehingga jika hujan, seisi gereja akan kemasukan air. Dengan kondisi itu, umat memiliki kebutuhan untuk mendirikan bangunan gereja permanen yang lebih memadai untuk beribadat. Pembangunan gereja tersebut sudah dimulai dan kesanggupan umat hanya sampai pada pekerjaan pengatapan. Kini umat tertatih-tatih untuk menyelesaikan pembangunan Gereja baru karena biaya yang dibutuhkan masih cukup besar. Penghasilan umat sebagai petani padi, coklat, dan jagung tidak seberapa untuk bisa menyelesaikan pembangunan ini dengan cepat. Mari, kita bersama-sama mengulurkan tangan untuk umat Kalemago.